SIAPAKAH YANG LAYAK DICINTAI


Siapa sih yang tidak pernah mendenger kata ‘cinta’… Biasanya yang di ucapkan manusia yang lagi di mabuk asmara ialah **AKU CINTA PADAMU**.Pasti semua manusia pernah mendengarkan kata “cinta” didalamnya terkandung makna yang sangat dahsyat dan dan sunguh mendalam maknanya.Pasti semua manusia pernah mendengarkan kata “cinta” didalamnya terkandung makna yang sangat dahsyat dan dalam.Dengan kata cinta banyak orang yang menjadi lupa akan hakikatdirinya, lupa akan kewajibannya dia menjadi uring-uringan tidak bisa tidur dan tidak enak makan karena mendedapat penyakit cinta. Ketika sang kekasih jauh entah dimana, ingin rasanya segera ke tempatnya untuk sekedar bertemu, pas sudah ketemu jantung berdebar turun-naik, lalu keluar berjuta-juta kata mutiara buat si do’i, mengalahi kata-kata untuk kedua orangtua. Jadi beitulah sepintas gambaran orang yang sedang dilanda demam asmara atau di sebut lagi jatuh cinta. Jadi apa kita harus ikut-ikutan seperti itu, merasakan pedih dan perihnya hati ini ketika kita jatuh cinta yang menghampiri kita…
Dari sinilah kita bisa mengoreksi hidup kita,apakah hidup kita hanya dipakai buat mencintai si do’i yang tidak jelas keuntungan bagi kita, yangjela kita akan menapt penyakit cinta, maka kita sebagai seorang muslim selayaknya tidak berlebihan mencintai sesuatu itu selain cinta kepada agama.

Seharusnya cinta yang kita miliki tidak sepenuhnya kita curahkan buat si do’i semata, tetapi kita berikan untuk mencintai seorang hamba dan Rasul utusan ALLAH yang sangat mencinta kita umatnya yang selalu dia ingat sampai akhir hayatnya.

Cinta yang kita berikan kepada si do’i hanya membuat kehinaan di dunia dan penyesalan di akhirat, sedangkan cinta yang kita berikan kepada Rasulullah SAW akan membawa kemuliaan di dunia dan kebahagiaan abadi di akhirat.
Nabi ShallAllohu ‘alaihi wa sallam bersabda, yang artinya: “Bahwa barangsiapa yang mencintai suatu kaum maka ia termasuk bagian dari mereka.Dan bahwasanya seseorang itu beserta orang yang dicintainya.” (HRBukhari dan Muslim)
Jadi mana yang kita pilih, si do’i yang tidak karuan kesudahannya atau mencintai Rasululloh ShallAllohu ‘alaihi wa sallam, InsyaAlloh. Orang yang sehat dan berakal tentu jelas pilihannya, karena tidak mungkin memilih kesenangan sekejap di dunia dibandingkan kebahagiaan abadi dunia dan akhirat dengan mengikuti manusia pilihan yaitu baginda Rasululloh ShallAllohu ‘alaihi wa sallam. Kekasih ALLAH yang maha agung.
Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Bukhari dari Anas bin Malik dikisahkan ada seseorang lelaki yang pernah bertanya kepada Nabi ShallAllohu ‘alaihi wa sallam tentang Hari Kiamat. Lelaki itu bertanya “Bilakah datang Hari Kiamat?”

Beliau balik bertanya “Apa yang telah engkau persiapkan ununtuk menyambutnya?” Lelaki itu menjawab “Tidak ada yang bisa kupersiapkan. Hanya saja aku mencintai Alloh Subhanahu wa Ta’ala dan RasulNya.” Maka Rasululloh ShallAllohu ‘alaihi wa sallam berkomentar, yang artinya: “Engkau akan dikumpulkan bersama orang yang engkau cintai.” Anas berkata “Kami tidak pernah bersenang hati sebagaimana senangnya kami ketika mendengar beliau bersabda “Engkau akan dikumpulkan bersama orang yang engkau cintai.” Sementara saya mencintai Nabi, Abu Bakar dan Umar. Saya berharap semoga saya bisa bersama mereka karena kecintaan saya kepada mereka, meskipun saya tidak mampu mengamalkan apa yang mereka amalkan.”
Semoga apa yang tersirat dhati ini hanya mencintai kekasih allah yang membawa ajaran yang sempurna untuk menuju kehidupan abdi di akhirat kelak.semoga allah memberikan hidayahnya kepada kita hambanya yang dhaif supaya selalu mencintai rasulnya nabi MUHAMMAD SAW, AMIIN.

Wallahu’alam.

Tinggalkan komentar

Filed under arsip

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s