AYAH DAN IBU DIDIKLAH ANAKMU INI !!!!


setiap ayah-Ibu mendambakan anaknya bisa sukses dan berhasil dalam pendidikan serta kehidupannya. Karenanya, ayah-ibu senantiasa berdo’a kepada Allah agar memberikan kemudahan dan keteguhan bagi anak tercinta. Ayah-ibu menjanjikan hadiah dan mengabulkan keinginan si buah hati jika lulus dalam ujian dan memberikan ancaman serta marah jika sampai gagal dalam ujian. Perasaan seperti ini memang merupakan fitrah manusia dan memang terjadi di antara kita. wahai Ayah-ibu yang penyayang, apakah perhatianmu kepada anakmu merupakan perhatian penuh terhadap masa depan dalam urusan dunianyasaja? apakah engkau sadar itu adalah kewajibanmu juga, sama seperti perhatianmu terhadap akhirat mereka? Apakah engkau benar-benar memikirkan dan mengkhawatirkan nasib mereka setelah anakmu mati seperti halnya perhatianmu akan kebahagiaan hidup mereka sewaktu di dunia? Inilah tanggung jawabmu wahai Ayah-ibu. Engkau curahkan semuanya untuk dunia yang fana sementara engkau abaikan akhirat yang kekal selamanya. Engkau sibuk memikirkan kehidupan mereka tapi engkau lupakan keadaan setelah matinya. Engkau bangunkan bagi mereka rumah yang megah di dunia tapi engkau lupa membangunkan rumah di akhirat yang indah bertatahkan intan permata. Wahai Ayah-ibu yang penyayang, Itulah keinginanmu! Itulah angan-anganmu! Semuanya tidak lebih agar anak-anakmu bisa jadi dokter, insinyur, pilot ataupun tentara. Ya Allah! Semuanya itu hanya kehidupan didunia…..! Engkau berusaha, bekerja membanting tulang dan bersungguh-sungguh hanya untuk dunia… Mana usahamu untuk akhiratnya wahai Ayah-ibu ? ini bukanlah sesuatu yang jarang terjadi, bahkan mayoritas manusia demikian adanya. Mereka begitu serius berusaha mempersiapkan segala sesuatunya untuk pendidikan umum untuk anak-anaknya. Tetapi mereka menelantarkan pendidikan agamanya andai anakmu terlambat mengikuti ujian di sekolahnya. Apakah yang engkau rasakan wahai Ayah? Bukankah engkau akan berlomba dengan waktu mengantarkan anakmu agar bisa mengikuti ujian meskipun terlambat,Bukankah engkau akan melakukan segalanya agar anak tercinta yang menjadi kebanggaanmu bisa ikut ujian tepat waktu, Sekarang, apakah perasaanmu itu sama atau akan muncul juga ketika anakmu terlambat shalat Shubuh? Apakah engkau akan berusaha agar anakmu shalat Shubuh tepat waktu? Kemudian, bukankah engkau setiap hari senantiasa bertanya kepada anakmu tentang sekolahnya,Apa yang dipelajari, apa yang dilakukan, jawaban apa yang diberikan ketika ujian dan berharap jawaban itu benar? Tetapi, apakah setiap hari engkau bertanya juga tentang urusan agamanya? Apakah engkau bertanya sudahkah dia shalat? Dengan siapa dia duduk dan bergaul? Tidakkah engkau bertanya apa yang dia lakukan ketika tidak di rumah, ta’at atau maksiat? Ayah-ibu, apakah dadamu terasa sesak ketika tahu bahwa si buah hati salah dalam menjawab ujian, dan mengetahui bahwa nilainya tidak bagus,dan dia gagal dalam ujiannya pasti jawabannya iya bukan???, Akan tetapi, apakah dadamu juga terasa sesak,ketika tahu bahwa anakmu sangat malas menunaikan kewajiban agamanya,??? Tidakkah ini cukup menjadi bukti bahwa engkau lebih mencintai dan memperhatikan dunianya dan mengabaikan akhiratnya? wahai Ayah-ibu…, bahwa kegagalan yang hakiki yang memang tidak ada lagi kesempatan kedua atau ketiga untuk memperbaiki, adalah masuknya mereka ke dalam neraka dengan api yang panas menyala-nyala. Tahukah engkau wahai ayah yang penyayang bahwa kegagalan yang hakiki adalah penyesalan dan kerugian yang disertai adzab yang pedih lagi menghinakan. kapankah engkau wahai ayah-ibu penyayang akan memikirkan akhirat? padahal di akhirat nanti tidak ada lagi amalan yang ada hanyalah pembalasan? wahai Ayah-ibu jikalau demikian adanya mari kita berlindung kepada Allah,maka tidaklah bermanfaat kesuksesan yang diraih di dunia. Tidaklah bermanfaat ijazah, harta, istana yang megah, kedudukan dan kekuasaan kalau ternyata catatan amal perbuatan diberikan dari arah kirinya. Kemudian mereka akan berteriak: “Wahai alangkah baiknya kiranya tidak diberikan kepadaku kitabku (ini). Dan aku tidak mengetahui apa hisab terhadap diriku. Wahai kiranya kematian itulah yang menyelesaikan segala sesuatu. Hartaku sekali-sekali tidak memberikan manfaat kepadaku. Telah hilang kekuasaannku dariku.” (Al-Haqqah: 25-29) Ah…sungguh tidak bermanfaat kekuasaanku, ilmu duniaku, serta ijazahku. Semuanya telah hilang, semuanya lenyap…yang ada hanyalah kerugian dan kegagalan. wahai Ayah-ibu yang penyayang adakah kamu memberikan hadiah pada anakmu apabila hafal satu ayat dari Al-Qur’anul Karim atau beberapa hadits Nabisaw? tapi Kita lihat sebagianayah yang penyayang, mereka menjanjikan pada anaknya apabila lulus ujian akan pergi ke pantai yang indah atau wisata ke mancanegara,serta mereka menjanjikan dibelikan sesuatu yang di sukai anaknya. Wahai Ayah-ibu….! Jika engkau memang sayang pada anakmu,ikutilah wasiat Luqman kepada anaknya. Wasiat seorang ayah yang yang sangat menyayangi anaknya. bahkan dia mewasiati anaknya dengan apa yang akan menjadikannya ada dalam kehidupan yang baik. Kehidupan yang akan menyelamatkannya dari adzab Allah yang pedih. Sungguh Allah telah mengabadikannya dalam Al-Qur’an. Pernahkah engkau mendapatinya? Tahukah engkau apakah wasiatnya itu? Adalah Luqman Al-Hakim dengan kasih sayang yang begitu besar kepada anaknya, dia berwasiat agar jangan berbuat syirik, yakni menyekutukan Allah Ta’ala. “Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, waktu dia memberikan nasihat kepadanya: ‘Wahai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah sebesar-besar kezhaliman.” (Luqman: 13) “Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu); di sisi Allah lah pahala yang besar.” (At-Thagaabun: 15) “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya adalah malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak pernah mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (At-Tahrim: 6) wallahu’ala

1 Komentar

Filed under arsip

One response to “AYAH DAN IBU DIDIKLAH ANAKMU INI !!!!

  1. haus ilmu

    syukran akhi, sungguh menyentuh hati

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s